Roy Suryo Mengaku Tahu Keberadaan Nazaruddin - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin hingga saat ini belum juga berhasil ditangkap. Padahal, ia sudah ditetapkan menjadi buronan Interpol.
Namun, pengamat telematika, Roy Suryo, mengaku dirinya mengetahui keberadaan Nazaruddin. Menurutnya, Nazaruddin tidak berada di Argentina meski ia di Amerika Latin. "Semenjak wawancara sebelumnya dengan Metro TV (dengan Zelda Savitri), lokasi keberadaan Nazaruddin memang memiliki perbedaan waktu -12 jam dari Indonesia," ujarnya melalui BlackBerry Messenger kepada VIVAnews.com di Jakarta, Sabtu 23 Juli 2011.
Dia menambahkan, Rabu malam lalu (20 Juli 2011) keberadaan Nazaruddin sebenarnya sudah diketahui. "Saya pun sempat menyampaikan lokasinya tersebut ke salah satu rekan Wartawan Tempo (Tomi Aryanto) ketika ditanya," ujarnya.
Bahkan, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat itu menuturkan, semenjak tiga hari yang lalu ia juga sudah mendiskusikan lokasi Nazaruddin dengan aparat terkait.
Seperti diketahui, M Nazaruddin, semakin berani. Sebab, setelah beberapa kali memberikan keterangan melalui sambungan telepon yang ditayangkan di Metro TV, kini ia berani menunjukkan wajahnya saat berbicara dengan Iwan Piliang dari Presstalk.
Wawancara yang sudah diunggah di YouTube dengan judul "Video Wawancara Skype Nazaruddin dengan Iwan Piliang" itu dilakukan dengan menggunakan fasilitas Skype via internet. (ren)
Kecele, Jingle Iklan Sari Roti Ternyata Ringtone Ponsel Nazaruddin - Wawancara buron kasus suap wisma atlet dengan Metro TV beberapa hari lalu mengundang kehebohan. Pasalnya, terdengar jingle lagu Sari Roti dalam percakapan. Namun suara itu ternyata berasal dari telepon seluler Nazaruddin, bukan jingle Sari Roti.
Dalam sesi wawancara melalui layanan Skype dengan aktivis media sosial, Iwan Piliang, yang disiarkan MetroTV, Jumat (22/7/2011), terdengar lagi jingle lagu tersebut. Iwan pun heran.
"Itu suara handphone anda?" tanya Iwan.
"Iya," jawab Nazaruddin sambil tersenyum.
Nazaruddin mengaku dirinya masih berada di luar negeri. Ia hanya akan kembali ke Tanah Air dengan satu syarat.
"Saya akan pulang asal KPK tangkap dalang sebenarnya dalam kasus wisma atlet dan Ambalang," kata Nazaruddin yang tampil dengan topi anyaman berwarna coklat.
Mantan Bendahara Umum PD ini mengungkapkan kronologis proyek wisma atlet yang menyeret namanya menjadi tersangka itu. Proyek tersebut, menurut Nazaruddin, diatur oleh Anas Urbaningrum
"Ini saya ceritakan agar KPK tangkap dalangnya," katanya.
Menurut Nazaruddin sejumlah uang dari proyek itu digunakan untuk pemenangan Anas dalam Kongres Partai Demokrat. Kemenangan Anas, kata Nazaruddin, tak lepas dari uang tersebut.
Presiden SBY Inspeksi "Venues" SEA Games - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan mengunjungi arena pertandingan (venues) SEA Games XXVI di Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, 28-29 Juli 2011, kata Ketua KONI Sumsel, Muddai Madang. "Presiden akan melihat langsung kemajuan pembangunan venues di Jakabaring setelah dikerjakan kurang lebih satu tahun," kata Muddai, di Palembang, Rabu (20/7/2011).
Dia menambahkan, kunjungan nanti merupakan pertama kali bagi Presiden, mengingat selama ini yang secara kontinu melakukan pemantauan hanya kalangan menteri dan wakil rakyat.
"Sebenarnya sudah lama Presiden ingin melihat langsung kawasan Jakabaring, tetapi karena kesibukan sehingga tertunda terus. Namun, menjelang tiga bulan lagi pelaksanaan SEA Games, Presiden menyatakan harus melakukan peninjauan," ujar dia pula.
Menurut dia, selain mengunjungi venues SEA Games, Presiden juga akan menyaksikan pertandingan Kejuaraan Voli Antarklub Asia Putra di Gedung Olahraga Sriwijaya Kampus Palembang. "Kami belum dapat memastikan pada pertandingan apa Presiden akan menonton langsung, bisa jadi saat Indonesia bertanding. Tapi, yang jelas Presiden akan menonton secara langsung. Apalagi, bola voli merupakan olahraga kegemaran beliau," ujar dia.
Muddai menambahkan, kedatangan Presiden untuk menyaksikan pertandingan bola voli itu juga dijadikan kesempatan untuk meninjau Gedung Olahraga Sriwijaya yang baru selesai direnovasi. "Gedung Olahraga Sriwijaya yang dipakai pada kejuaraan voli Asia ini akan digunakan pada SEA Games nanti. Jadi, Presiden juga ingin memantau secara langsung hasil renovasinya," kata dia.
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta para kontraktor pembangunan venues SEA Games untuk mulai membersihkan, merapikan, dan menata kawasan di sekitar proyek yang dikerjakan mereka. "Saya minta beberapa venues yang telah dalam tahapan penyelesaian akhir, seperti wisma atlet, stadion tenis, dan beberapa venues lain untuk segera berbenah karena akan ada kunjungan Presiden," ujar dia.
Selain itu, Alex juga meminta pihak kontraktor lebih menghijaukan kawasan Jakabaring, Palembang. "Saya ingatkan kepada teman-teman, masih ada waktu delapan hari lagi untuk lebih menghijaukan kembali kawasan di sekitar proyek itu. Kalau sudah hijau, artinya tidak ada lagi tanah merah yang terbuka. Tentunya itu sangat bagus terlihat," kata dia.
Ribuan karyawan Freeport ini berjalan meninggalkan areal tambang Tembagapura menuju Kuala Kencana, Timika yang merupakan areal Manajemen Freeport. Di Timika inilah aksi unjuk rasa akan dipusatkan.
Pergerakan ribuan karyawan ini telah dimulai sejak kemarin, Senin 4 Juli 2011. Mereka baru tiba di Timika sekitar pukul 04.00 WIT dinihari. Setelah berjalan kaki menempuh belasan kilometer, akhirnya para karyawan Freeport diangkut dengan puluhan bus perusahaan menuju Timika.
"Jam empat pagi tadi, ribuan karyawan rekan kami, yang berjalan kaki dari Mile 68 Tembagapura menuju Timika baru selesai dievakuasi," kata pengurus SPSI Freeport, Jeremias Demetouw ketika dikonfirmasi.
"Mereka dievakuasi dengan puluhan bus, tepat saat berada di mile 50."
Menurut dia, saat ini ribuan karyawan sudah berada di Timika. Mereka siap bergabung dengan ribuan karyawan lainnya, menuju Kuala Kencana untuk kembali melakukan aksi mogok kerja, hingga perusahaan membuka ruang perundingan, terkait tuntutan peningkatan kesejahteraan.
"Lebih dari 8000 karyawan, tepat jam delapan (waktu Papua) pagi ini akan berkumpul di alun-alun pintu masuk areal Kuala Kencana, untuk menuntut kembali perusahaan mendengar aspirasi kami," kata dia.
Dalam aksi itu, dikabarkan salah seorang kayrawan meninggal dalam perjalanan menuju Timika. "Saya belum dapat datanya secara detail, tapi informasinya salah seorang karyawan wanita yang ikut jalan kaki meninggal, akibat kelelahan," kata dia.
Sementara itu, salah seorang staf karyawan manajemen Freeport yang berada di Jayapura, Piter Tukan mengklaim, meski ribuan karyawan menggelar aksi mogok kerja, kegiatan tambang tetap berjalan normal. "Jumlah karyawan yang demo, tidak sebanyak yang kerja,jadi aktivitas tambang tetap berjalan normal," kata Tukan.
Bahkan ketika disinggung berapa kerugian perusahaan akibat aksi mogok ribuan karyawan, Piter Tukan kembali menyatakan, semua aktivitas tambang berjalan normal. "Kegiatan tambang berjalan sebagaimana biasanya, kalau terganggu maka saham di bursa juga akan terguncang, ini kan tidak. Apalagi Tongoi organisasi yang mewadai para pekerja orang asli Papua tidak ikut-ikutan demo," tandasnya.
Hasil penelitian Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) terkait tindak kekerasan oleh pihak kepolisian dan TNI Angkatan Darat dari Juli 2010 sampai Juni 2011 ini tercatat 30 pola kasus penyiksaan oleh pihak kepolisian dan 18 pola penyiksaan pada TNI Angkatan Darat. Data tersebut didapatkan berdasarkan pengakuan korban maupun hasil peliputan media yang dikumpulkan peneliti KontraS. “Kami meyakini, jumlah tindak penyiksaan masih jauh lebih banyak terjadi. Hal ini karena sulitnya melakukan pemantauan terhadap tindakan penyiksaan, karena umumnya terjadi di dalam kantor institusi TNI dan Polri,” ujar Koordinator KontraS, Haris Azhar, di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Sabtu (25/6/2011). Adapun pola penyiksaan pada institusi Polri yang dicatat KontraS sebagai berikut:
1. Ada 4 kasus pemukulan secara berulang kali saat melakukan pemeriksaan.
2. Orang yang menjalani pemeriksaan juga direndam dalam air. KontraS mencatat ini sebanyak 7 kasus.
3. Berbagai bentuk penyiksaan dari penangkapan saat perjalanan dan pemeriksaan. Pola penyiksaan dilakukan berupa pemukulan berulang-ulang, mulut dipukul dengan kunci Inggris, telinga disundut api rokok, mata ditutup dan terus dipukul. Tak hanya itu, korban juga dijepit dengan ikat pinggang dan leher diikat dengan seutas tali kemudian diseret dengan menarik tali tersebut. Untuk pola ini, KontraS mencatat terdapat dua kasus.
4. KontraS merujuk satu perisiwa pada pola ke tiga ini, yaitu saat penangkapan orang-orang yang diduga pelaku perampokan di Bank CIMB Niaga. Dalam pemeriksaan, kaki korban (yang diduga pelaku perampokan) ditembak. Tak hanya itu, korban juga dilempar ke dalam mobil dan diinjak-injak oleh sejumlah oknum polisi.
5. Pola penyiksaan keempat, KontraS mencatat, Polri melakukan penyiksaan sebanyak 15 kali. Terkait peristiwa gerakan aktivis Republik Maluku Selatan (RMS) yang dimulai dari 1 Agustus sampai 10 Agustus 2010 korban mengalami penyiksaan seperti dipukul berulang-ulang, ditendang dengan sepatu lars, kaki dijepit di kaki meja, ditampar, dan terakhir korban penyiksaan dipaksa berciuman dengan korban lainnya.
6. Terdapat satu kasus terungkap, bahwa korban ditahan dan disetrum oleh petugas polisi. “Pada TNI terdapat 18 kasus, terdapat dua penyiksaan hingga mengakibat kematian pada korban sebanyak dua kasus. Sedangkan 16 kasus, dimana penyiksaan dalam berbagai bentuk guna mendapatkan pengakuan korban (yang dituduh sebagai pelaku,” papar Haris.
Berdasarkan catatan KontraS itu, lanjut Haris, kasus paling dominan terjadi penyiksaan adalah kasus Papua, yaitu saat penyisiran anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM). Saat itu, dalam video penyiksaan terhadap dua orang warga Papua direkam selama 10 menit dan disebar di situs Youtube pada Oktober 2010. Dari video itu terlihat gambar orang yang melakukan penyiksaan memakai seragam militer.
Selain itu, juga kasus penyiksaan yang berujung pada kematian Charles Mali (24). Ia diduga meninggal setelah mengalami penyiksaan bersama lima temannya di Markas Yonif 744/Satya Yudha Bhakti Tobir, Kecamatan Tasifeto Timur, Atambua, NTT pada Maret 2011.
Ketika ditanya mengenai bentuk penyiksaan yang seolah dilegalkan oleh Polri dan TNI ini, Haris menyatakan hal itu terjadi karena kurangnya pengawasan pimpinan tinggi kedua lembaga tersebut. “Karena mekanisme koreksi di dalam insitusi keduanya masih lemah, lalu pimpinan kurang memberikan kontrol, makanya budaya kekerasan terus terpelihara,” tukas Haris.
Peran Abdurrahman Wahid, atau akrab disapa Gus Dur, melindungi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri tidak diragukan lagi. Gus Dur pernah menyelamatkan Siti Zaenab, TKI asal Desa Martajasah, Bangkalan, Madura, dari hukuman mati tahun 1999.
"Ada informasi yang masuk ke telinga Gus Dur. Waktu itu akan ada eksekusi. Kemudian keluarga Zaenab diundang langsung ke Istana oleh Gus Dur," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah kepada VIVAnews.com, Selasa, 21 Juni 2011.
Untuk mencegah hukuman mati, selain mengirim surat, Gus Dur juga langsung menelepon Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdulaziz al-Saud. "Gus Dur cuma menelepon sekali saja, dan ditanggapi dengan baik," ujar Anis.
Menurut Anis, Gus Dur tahu karena peran raja di Arab Saudi adalah sangat sentral. Untuk itu, sebagai Kepala Negara waktu itu, Gus Dur melakukan hal yang tepat. "Di Arab, otoritas raja adalah segala-galanya. Kalau raja memberikan maaf, maka putusan eksekusi bisa dicegah," jelas Anis.
Dia menceritakan, waktu itu Gus Dur dalam komunikasinya tidak panjang lebar. Menurut Anis, Gus Dur langsung ke inti permasalahan. "Komunikasi itu layaknya Kepala Negara atas mandat konstitusi dan agama. Gus Dur langsung ke substansinya," ujar Anis.
Namun, bukan hanya Zaenab yang selamat dari hukuman mati. Gus Dur juga pernah menyelamatkan TKI yang bekerja di Malaysia dari ancaman hukuman mati. TKI itu adalah Adi bin Asnawi. Kasusnya juga sama, pembunuhan.
"Kali ini Gus Dur langsung berkunjung ke Malaysia untuk bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia (Abdullah Ahmad Badawi)," jelas Anis.
Adi adalah TKI asal Desa Kediri Kecamatan Kediri Lombok Tengah, NTB. Ia bisa kembali ke Tanah Air dan lolos dari hukuman gantung pada 9 Januari 2010.
Lolosnya Adi dari hukuman mati setelah melalui proses hukum yang panjang di Malaysia selama delapan tahun, 2002-2010. Adi dituduh terlibat dalam pembunuhan majikannya, Acin. Dia mulai bekerja di Malaysia sejak tahun 1996 pada Acin yang beralamatkan di Teluk Langsa Port Dicson Negeri Sembilan, Malaysia.
Peran Gus Dur melindungi TKI di Malaysia juga tak berhenti pada kasus Adi. Gus Dur juga pernah memperjuangkan 81 orang buruh migran Indonesia yang bekerja di Malaysia. Ke-81 buruh itu dideportasi.
"Mereka dipulangkan tanpa gaji setelah bekerja berbulan-bulan di Malaysia. Kemudian Gus Dur kembali ke Malaysia pada 5 Maret 2005 untuk bertemu Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak," ujar Anis.
Gus Dur waktu itu mengupayakan agar buruh yang dideportasi itu mendapatkan haknya. "Gus Dur seingat saya langsung melobi ke sana," tegas Anis. Namun setibanya di Indonesia, ke-81 buruh itu juga tidak ditampung oleh pemerintah. "Buruh seharusnya ditampung Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, tapi tidak dilakukan. Alasannya tempatnya penuh. Kemudian Gus Dur menampungnya di Pondok Pesantrennya, Ciganjur," ujar Anis.
Usia Jakarta nyaris 5 abad. Dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung, Jakarta kini berkembang menjadi kota metropolis. Tidak ada lagi rawa-rawa. Sejauh mata memandang, hanyalah gedung-gedung pencakar langit.
Tapi tahukah Anda? Jakarta yang kini menginjak usia 484 tahun sudah 13 kali berganti nama. Data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan, cikal bakal Jakarta adalah sebuah kota bernama Kalapa. Laporan para penulis Eropa di abad 16 menyebutkan, Kalapa saat itu menjadi bandar utama kerajaan Hindu bernama Sunda yang ibukotanya Padjajaran.
Namun pada 22 Juni 1527, Fatahillah yang kemudian menjadi penguasa mengganti nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta. Sesuai Keputusan DPR Kota Sementara No. 6/D/K/1956, tanggal itu kemudian dicanangkan sebagai hari jadi kota Jakarta.
Berikut nama-nama yang pernah menjadi sebutan untuk Jakarta:
1. Pada Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Pajajaran
2. Tanggal 22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta
3. Tanggal 4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia
4. Tanggal 1 April 1905 berubah nama menjadi 'Gemeente Batavia'
5. Tanggal 8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia
6. Tanggal 8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi
7. Pada September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta
8. Tanggal 20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan Pre Federal berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia
9. Tanggal 24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj'a Jakarta
10. Tanggal 18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai daerah swatantra dinamakan Kota Praja Djakarta Raya
11. Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya
12. Tanggal 31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.
13. Tahun1999, melalaui UU No 34 tahun 1999 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan otonominya tetap berada di tingkat provinsi dan bukan pada wilayah kota. Selain itu wilayah DKI Jakarta dibagi menjadi 6, yakni 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administratif Kepulauan Seribu.