Tampilkan postingan dengan label iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iptek. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

TEORI LAVIN, STONEHENGE DIBAWA MENGGUNAKAN ANYAMAN KERANJANG KAYU


Stonehenge yang dibangun pada zaman Neolitik, masih menjadi misteri di Inggris. Hingga kini, belum diketahui secara pasti bagaimana orang zaman dulu dapat mendirikan jajaran batu raksasa tersebut.

Misteri Stonehenge yang belum terpecahkan inilah yang coba dipecahkan oleh seorang insinyur yang juga mantan presenter BBC, terutama bagaimana batu-batu raksasa itu dipindahkan dari jarak yang cukup jauh.
http://img.topofday.ru/2008/top-10-samyh-populyarnyh-dostoprimechatelnostej-mira/9_Stonehange.jpg

Lavin Garry percaya bahwa nenek moyang orang Inggris membangun Stonehenge memakai anyaman keranjang rotan yang digunakan untuk menggelindingkan batu-batu raksasa itu dari Wales ke lokasi sekarang.

Setiap batu diperkirakan memiliki berat hingga 4 ton. Batu-batu ini berasal dari Pegunungan Preseli di Wales atau sekitar 200 mil dari lokasi Stonehenge sekarang.

"Saya selalu berpikir bahwa menyeret batu-batu besar itu secara fisik tidak mungkin karena gesekan di permukaan. Kuncinya adalah teknologi telah mereka terapkan pada saat itu," kata Lavin.

Lavin percaya bahwa pada saat itu para pekerja menggunakan keranjang silinder untuk menyeret batu-batu besar tersebut dari tempat awalnya. keranjang ini dibuat dengan menganyam beberapa struktur pancang ringan yang dapat dengan mudah dipindahkan oleh 4 atau 5 orang.
Stonehenge Dibawa Menggunakan Anyaman Keranjang - Stonehenge_b_Engineer_Garry_Lavin_mencoba_mendorong_prototipe_rol_kayu_untuk_memindahkan_batu_besar._.jpg

Lavin telah menguji teorinya itu di dekat lokasi Stonehenge sekarang dan berhasil memindahkan batu seberat satu ton menggunakan anyaman kayu seperti yang ada dalam teorinya.

Saat ini Lavin tengah mempersiapkan sebuah keranjang besar agar mampu memindahkan batu seberat lima ton. Untuk merealisasikan ambisinya ini, Lavin meminta bantuan seorang insinyur, seorang arkeolog kayu kuno, dan penganyam kayu profesional.

Karena saat ini telah memasuki musim dingin, maka proyek besarnya ini diperkirakan baru akan siap awal musim panas tahun depan.
Stonehenge Dibawa Menggunakan Anyaman Keranjang - Stonehenge_c_Sketsa_ini_memperlihatkan_bagaimana_para_pekerja_memindahkan_batu_untuk_mendirikan_Stonehenge.jpg
Stonehenge Dibawa Menggunakan Anyaman Keranjang - Stonehenge_d_Sketsa_ini_memperlihatkan_bagaimana_para_pekerja_memindahkan_batu_untuk_mendirikan_Stonehenge.jpg

Dalam teorinya, Lavin percaya bahwa batu-batu di Stonehenge bisa saja digerakkan oleh dua tim berjumlah sepuluh orang. Satu tim beristirahat sementara yang lain bekerja mendorong keranjang raksasa tersebut.

TEORI LAIN

George Oates, yang baru-baru ini merancang Velodrome Olimpiade serta Jembatan Milenium, mengatakan bahwa sangat mungkin teori Lavin tersebut bisa terlaksana.

"Saya merasa bahwa sangat mungkin sebuah keranjang anyaman dapat membantu menggerakkan batu-batu seberat empat ton dari pegunungan Welsh ke Stonehenge."

Selain teori Lavin, University of Exeter juga mengungkapkan teori lain tentang Stonehenge. Menurut mereka, batu-batu itu mungkin telah menggunakan bantalan bola-bola yang ditempatkan di trek kayu berlekuk, sehingga akan mudah membawa batu-batu besar tersebut ke lokasi.

Sumber: www.tribunnews.com
Read More >>

Rabu, 30 November 2011

Selasa, 29 November 2011

Lab Luar Angkasa China Diluncurkan


Pemerintah China akan meluncurkan laboratorium luar angkasa pada Kamis 29 September 2011. Lab ini nantinya akan digabungkan dengan pesawat luar angkasa yang membawa beberapa serta astronot.

Dilansir dari BBC, lab luar angkasa China bernama Tiangong-1 ini akan diluncurkan malam ini antara pukul 21.16 dan 21.31 waktu setempat, di pusat peluncuran satelit Jiuquan, provinsi Gansu. Untuk peluncuran lab ini, China menggunakan roket Long March 2F.

Tiangong-1 akan diluncurkan tanpa awak untuk peluncuran kali ini. Astronot atau di China disebut yuhangyuans akan diluncurkan ke lab ini pada tahun depan. Tiangong-1 akan berada sekitar beberapa ribu kilometer di orbit bumi.

Lab berbobot 8 ton dan memiliki panjang 10,5 meter ini akan beroperasi secara otomatis. Tiangong yang artinya istana surga ini adalah rangkaian pertama dari beberapa rangkaian fasilitas luar angkasa lainnya yang akan diterbangkan selanjutnya.


 
Foto Tian’ Gong 1 
Dalam beberapa minggu lagi, China akan meluncurkan pesawat luar angkasa nirawak Shenzhou 8 untuk digandengkan dengan Tiangong-1. Penggandengan dua fasilitas luar angkasa dengan bobot belasan ton ini akan menggunakan teknologi Rusia.

Jika semua rencana berjalan mulus, dua misi luar angkasa dengan awak, Shenzhou 9 dan 10, akan diluncurkan tahun depan. Para astronot dijadwalkan tinggal di fasilitas ini selama lebih dari dua minggu.

Program lab luar angkasa ini adalah tahap kedua dari tiga tahap ambisi teknologi luar angkasa China. Tahap pertama adalah sistem kapsul Shenzhou pada tahun 2003. Saat ini, China tengah mengembangkan teknologi yang memungkinkan astronot berjalan di udara. Tahap terakhir dari program ini adalah pembangunan stasiun luar angkasa.

China menargetkan pembangunan stasiun luar angkasa seberat 60 ton. Stasiun China ini jauh lebih ringan dibandingkan stasiun luar angkasa internasional yang dioperasikan AS, Rusia, Eropa, Kanada dan Jepang, yang berbobot 400 ton.

( Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/251119-lab-luar-angkasa-china-diluncurkan-malam-ini )
Read More >>