Tampilkan postingan dengan label keajaiban dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keajaiban dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

KUMPULAN FOTO-FOTO BAYI LUCU SAAT TIDUR, IMOET-IMOET…

Jika melihat sesosok bayi memang sangat menggemaskan . Apalagi kalau bayi yang lucu itu pandai berpose jika hendak di foto. Yup! Mungkin inilah hasil beberapa foto bayi-bayi mungil dan lucu yang berhasil terekam jejak kamera. Adalah Tracy Raver dan Kelley Ryden fotografer yang berhasil megabadikan moment indah tersebut. Foto-foto bayi tersebut di ambli di studio mereka di kawasan Nebraska. Kumpulan foto tersebut dibuat dalam bentuk buku yang baru saja di terbitkan. Dua saudara yang sama – sama mencintai dunia fotografi ini, berhasil mengambil gaya terbak para bayi yang usianya belum mencapai 10 hari. Bayi-bayi tersebut sangat lucu dan menggemaskan. Ada yang tertidur dalam balutan syal, dalam sebuah rotan, adapula yang meringkuk di tempat tidur gantung. Tertidur di atas karpet berbulu halus atau meringkuk dalam keranjang anyaman ,tetapi mereka semua memiliki kesamaan . Mereka semua memiliki pose yang unik. Untuk mengatur agar mendapat angle yang baik. Posisi bayi ini di atur sedemikian rupa. Tracy, Kelley dibantu oleh fotografer asal Kanada, Stephanie Robin, punya trik sederhana. Bayi yang dijadikan objek memang bayi – bayi yang baru lahir antara 5 sampai 10 hari usianya. DI usia yang seperti itu, aktivitas bayi masih didominasi oleh tidur. Mereka sangat mudah tidur nyenyak. Disaat mereka mulai tertidur nynyak para fotografer ini memindahkan mereka ke studio lalu di foto. Semua natural, karena dalam keadaan tidur itulah pose yang sangat menggemaskan. Untuk sesi foto biasanya berlangsung antara tiga dan empat jam di sebuah studio . Cahaya dan alat peraga di atur semaksimal mungkin agar bayi-bayi merasa nyaman. Karena ada bayi yang mengenakan pakaian atau tidak sama sekali. Dibutuhkan sekitar dua minggu untuk foto-foto untuk diproses sebelum mereka diajukan ke orangtua. Apa reaksi pertama mereka (orangtua-red) ketika mereka pertama kali melihat foto-foto bayi merka? Banyak hal yang terjadi, ada yang terkejut bahkan ada yang sampai menangis seakan tak percaya. Stephanie berkata: “Bagaimana mungkin mereka tidak mencintai bayi mungil yang sangat menggemaskan ini”? (dailymail/ais) Berikut Hasil foto-fotonya :








\


















sumber
Read More >>

Senin, 21 November 2011

BUKTI MALAIKAT MENYUMPAL MULUT FIRAUN, SESAAT SEBELUM DITENGGELAMKAN




Dari Sa’id bin Jubeir dari Ibnu ‘Abbas radhiya’l-lahu ‘anhuma meriwayatkan: “dua orang Sahabat menghadap Rasulullah (menanyakan tentang Fir’aun). Sabda Nabi s.a.w: “Malaikat Jibril menyumpali mulut Fir’aun dengan pasir, khawatir kalau-kalau akan mengucapkan: la ‘ilaha illa’l-lah”[1]

Hadits di atas umumnya dapat kita temui pada bahasan ayat tenggelamnya Fir’aun, surah Yunus ayat 90, di mana Allah berfirman: “Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (Qs. 10:90) .

Pada detik-detik naza‘nya, malaikat Jibril melihat gelagat Fir’aun akan mempergunakan kesempatan dalam kesempitan. Allah Ta’ala memerintahkan malaikat Jibril untuk mengeksekusi nyawa Fir’aun dengan cara menyumpal mulutnya dengan pasir, supaya tidak sampai mengucapkan keimanan dan pertaubatannya. Akhirnya Fir’aun mati dengan mulut menyon dan jauh dari rahmat Allah s.w.t.(Tafsir Al-Kasyaf, 21 202). Karena iman dan taubat pada saat ini, tiada guna sama sekali.

Mengutip Tafsir Syeikh Sa’di, ada dua keadaan di mana iman tidak berguna pada saat itu yakni beriman di ujung sakarat dan beriman menjelang hari Qiamat, sesuai firman Allah dalam surah Al-Mu’min:85.

Fir’aun wafat di Laut Merah atau laut Qalzum atau sebelumnya populer dengan nama FAM AL-HAIRUTS, dekat terusan Suez, pada tanggal 10 Muharram dan karena itulah ada syari’at shaum ‘Asyura, setelah sebelumnya menyatakan taubat dan yakin akan Tuhan Allah s.w.t. Dan inilah taubat yang tertolak (Qs. 10:90)

Fir’aun kafir sejak orok

Di antara perkara yang aneh dalam din Fir’aun adalah fithrah kejadiannya. Umum-nya bayi diciptakan oleh Allah dalam keadaan fithrah, tapi tampaknya hadits ini dikecualikan terhadap bayi Fir’aun. Karena sejak orok sudah kafir di dalam perut ibunya.

Bunyi hadits “wa khalaqa fir’aun fi bathni ummihi kafiran,” dan Fir’aun dijadikan (oleh Allah) dalam perut ibunya dalam keadaan kafir. (HR. Ibnu ‘Adi dalam Al-Kamil dan Imam Thabarani dalam Al-Ausath). saat menyampaikan hadits ini Rasulullah s.aw sedang berkhutbah di hadapan para sahabat pada sore hari.

Ahli sejarah terpecah dua; ada yang bilang Fir’aun itu nama orang (ismul ‘ajam), yang lain dan terbanyak mengatakan Fir’aun itu gelar bagi raja yang lupa daratan. Tapi yang jelas, nama ini pertama kali dipakai oleh Walid bin Mush’ab bin Rayyan, keturunan Lois bin Sam bin Nuh.

Fir’aun Musa adalah Ramses II atau Ramses Akbar, yaitu dinasti yang ke-19 yang naik tahta pada 1311 SM. Ada yang mengatakan bahwa, Fir’aun ini juga bernama Maneftah (1224-1214 SM) yang Allah binasakan bersama 700.000 pasukannya di Laut Merah, mayatnya Allah selamatkan, pada waktu syuruq (matahari terbit), menurut Tafsir Muqatil (Qs. 10:90).

Mayatnya diawetkan dengan pembalseman dalam bentuk mumi yang kini disimpan di museum Mesir di Kairo dengan berbagai macam hikmah sejarah. Mumi ini ditemukan pertama kali oleh purba-kalawan Perancis, Loret, di Wadi al-Muluk (lembah raja-raja) Thaba Luxor Mesir pada tahun 1896 M. Pembalutnya dibuka oleh Eliot Smith, seorang purbakalawan Inggris pada tanggal 8 Juli 1907.

Sebuah gelar yang mengarah pada kultus. Pada saat inilah gelar bisa makan tuan. Gelar menyeret pemiliknya pada kesombongan, sehingga bisa lupa daratan. Fitnah ghuluw (kultus, fanatik) muncul dari pemujaan gelar yang kelewat batas.

Perhatikanlah pesan indah dari Imam as-Syafi’i rahimahullah berikut ini: Berkata Imam as-Syafi’i: “aku benci orang yang kelewat mengagungkan makhluk, hingga menjadikan kuburannya (di/sebagai) masjid. Aku kuatir terjadi fitnah atasnya dan fitnah atas orang sesudahnya.
sumber
Read More >>